Tolong... Kembalikan Tawamu


Sudah begitu lama rasanya tak lagi bermain-main dengan tawa.

Masih... kita masih tertawa, tapi tak sehangat dulu kawanku..
Aku tahu kita masih saling menyayangi kawan... tapi mengapa aku merasa tak ada lagi canda seperti yang dulu.
Apa karena aku terlalu menuntut banyak darimu kawan?
Atau aku hanya sekedar terkenang?
Ataukah karena pundakmu tak bisa sesering dulu lagi aku pinjam?
Kawan... pundakmu sekarang telah tergantikan. Oleh kerasnya meja kayu di kamar, oleh empuknya bantal tebal.
Tapi tak ada yang senyaman pundakmu.
Tidakkah kau tahu kerinduanku teramat dalam?
Merindukan sosokmu, merindukan candamu yang dulu, yang selalu menemani hariku.
Ah.. sepertinya ini hanya keegoisanku, pastilah hidupmu berbeda kini.
Mungkin terasa lebih berat, dan aku tak tahu itu.
Tapi ku lihat kau tergelak dengan teman barumu, dan tidak denganku.
Aku berusaha tertawa mengiringimu, inginkan beban itu juga ada di pundakku. Bersama kita pikul beban itu.
Tapi kau palingkan tawamu pada teman barumu..
Selalu beralasan tentang beban hidup itu.
Kawan... bisakah kau letakkan beban itu ke trolly, dan kita dorong bersama?
Ataukah aku hanya akan menambah bebanmu?
Tidak kawanku...
Aku hanya ingin tawamu kembali...

Comments

mOmOn said…
@ winz: makasihhh... ^o^
salam kenal winz...

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

Photo Baru Euy

BibbLe "Barbie Fairytopia"