Apakah Kau Dengar??

Gemeretak dahan kering di balik lebatnya
pohon bertumbuh
Satu di antara berpuluh yang hidup
hampir mati
Berderak... berderit-derit sebentar lagi patah
Tak ada yang mampu mendengarnya
kecuali pohon itu
kecuali aku!!!
Akulah pohon dimana daun lebat bertumbuh
selalu ada batang kering yang berderak
kemudian mati...
Aku selalu mendengarnya
Mendengar panggilanmu seumpama deritan dahan kering patah
Berderak... terus menerus kembali patah
Dan tak ada yang mendengarnya
apalagi peduli?
Hanya aku...

Comments

Muzda said…
Kadang aku juga gak didengarkan,, tapi mostly karena aku bicara dalam hati .. Itu bila menyangkut perasaan
:)
momon said…
@ muzda: hmmmm... yaph u right ^o^
boodee said…
kala terik surya melanda,
apakah sang pohon berkenan
jadi tempat ku berlindung?
*halah..*
aprie said…
saya masih dengar kok mon.
hahahaha..
momon said…
@ boodee: hahahaha... klo pohon'na pohon bayem gimana? isa berlindung? :D

@ mas aprie: bagussss.. blom budeg yaaa.. hahaha ^o^
NoRLaNd said…
Poem nya nice banget lho... kangen ama masa2 waktu bkin POEM semasa SMA hehehe...
mOmOn said…
@ norland: thanks yaapphh..
kadang2 aku masih suka berpuisi.. meski seadanya.. haha.. ^o^
Deddy said…
aduh mon, gue banyak tau pu'un sawit doang,
so ga ada dahan sama batang yg berderak, scara tipikal palma gt kan pu'unnya
hehe ..
momon said…
@ deddy: haqhaqhaq... brarti ney poem ga' berlaku buat orang yg tinggal di perkebunan sawit yak?
hmmmmm... *berpikir keras*

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

Photo Baru Euy

BibbLe "Barbie Fairytopia"