Aku Duduk & Menunggu

Hari sudah agak gelap, akhirnya aku sampai juga di depan gedung itu, pintu pagar depan pun sudah agak di tutup sedikit.
Aku celingak-celinguk begitu memasuki gedung yang depannya berbentuk kotak, berwarna merah itu.
"Haiii... ini momon yah?", cewek itu keluar dari callbox sambil senyum meringis.
Diikutin dia di belakangnya sambil nyengir tak kalah lebar dengan cewek itu.
"Eh iya.. umm.. ini siapa yah?", aku pun jadi ikut2an nyengir.
"Kennisa... finnaly ketemu juga."
Ouww... (seterusnya berceloteh panjang...).

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku memasuki gedung itu, sebelumnya sudah pernah juga.
But.. it's the first time aku nungguin dia siaran.
First time aku ngeliat dia di balik kaca, sementara dia berceloteh ria di dalam kotakan yang di kelilingi karpet agar kedap suara itu.
Asyik juga menunggu itu, kebetulan pula kemarin ada teman ngobrol. Jadi gak begitu sepi.
Biarpun begitu, sepertinya seram juga kalau sendirian disana. Maklum sajalah, bangunan itu seperti bangunan lama :D

Sekilas melihat, mataku langsung tertuju pada foto-foto dan gambar-gambar yang di bingkai yang diletakkan di dinding dekat ruang tamu.
Dilorong tengah ada tempat duduk lengkap beserta TV'nya, dan aku duduk disitu. Karena dari situ tepat disamping callbox dimana aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang sedang berceloteh itu.

Yah.. aku tak perlu menceritakan semuanya disini.
Karena aku juga bukan seorang peng-iklan properti (hehe.. maaf bahasa aku hancur).
Sebenarnya daya ingat virtual aku lebih tajam dibandingkan aku harus menghafal nama orang. Tetapi dibandingkan aku harus menuliskannya, ini lebih buruk lagi.

So.. menunggunya itu menyenangkan.
Bolehkah kapan-kapan aku menunggu lagi?

Comments

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

Photo Baru Euy

BibbLe "Barbie Fairytopia"