When I'm Feelin' Blue

Seperti dihimpit batu besar. Aku susah bernafas.. sakit.
Ada yang nyeri didalam hatiku. Aku terus mencari..
Mencarinya.. hingga sakit itu makin menyiksa.
Mencari alasan..
Alasan atas sakit yang aku derita.

Oh Tuhan..
aku memohon pada'Mu berilah aku kesabaran.
Untuk apa aku harus sakit???
Aku bertanya pada'Mu Tuhan.. Untuk apa????
Sepi..
Tak ada jawaban apapun.
Sedang air mataku terus saja mengalir, hingga panas ku rasakan kedua pipiku.
Ku ambil diary yang selalu setia menjadi tempat aku berkeluh kesah.
Karena aku yakin tak ada yang mau mendengarkan keluhku yang tidak penting ini.

Pena'ku terus saja mengalirkan kata-kata tak berhenti. Bahkan tulisan yang ku goreskan pun sudah tak jelas lagi.
Mirip cakaran ayam...
Hingga detik ini pun alasan itu masih tak jelas. Kenapa aku harus sakit dan menangis.
Mungkin orang akan mencibir kalau tahu aku begini.
Sigh.... :\

Sebut aku aneh karena menangis tanpa alasan.
Sebut aku pengecut karena tak mampu berbicara.
Sebut aku cengeng... atau apapun sesuka kamu. Toh itu juga tak menghentikan air mataku.

Aku justru berterimakasih pada air mataku.. rasa sakit itu perlahan terbawa tetesan air mata yang terasa panas di wajahku.
Ah.. tak terasa dari tadi aku menulis, hingga aku tak menyadari suara-suara disekitarku.

Aku lihat hape'ku, 2 panggilan tak terjawab... from my hubby.
Aku mau miskol balik... "Dana dalam pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini..."
Sigh.... :\

Ku tutup diary'ku.. perlahan beranjak ke atas tempat tidur.
Disana aku bersembunyi dibawah selimut.. melarikan diri dari dunia.
Seolah aku ingin menghilang...

---> Sore hari, minggu 23 Sept '07

Comments

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

BibbLe "Barbie Fairytopia"

Kencan Pertamaku