Apa ini selingkuh?

Minggu siang ini udara lumayan sejuk. Bahkan di sebelah barat kota Jogja pun, yang sekarang sudah ramai kendaraan, udaranya juga tidak begitu panas.
Maklum sajalah, langit sedang mendung. Tapi sepertinya tidak akan turun hujan. Pede sekali bilang seperti ini. Paling enggak rasa percara diri itu terpancar di wajah Yosef. Siang ini dia ada rencana jalan dengan pacarnya, Maya.
"Mau kemana sih May?"
"Ke tempat temen deketku, aku kan belum ngenalin kamu ke dia."
"Jauh ya rumahnya?"
"Yah lumayanlah, sambil kita jalan-jalan", "Itu kok.. rumahnya di daerah Demangan sana".
"Hmmm.. siap degh."

Memang lumayan jarak dari Jalan Godean sampai daerah Demangan. Tapi kebetulan banget cuaca hari ini gak begitu panas.
Gimana mau panas? Setiap hari kan emang mendung. Lagi musim hujan euy.
Dua sejoli ini baru aja di mabuk cinta. Yah maklumlah.. Yosef ama Maya baru aja jadian belum ada sebulan. Lagi hot-hot'nya tuh. Kalau boleh dibilang.. "Seperti hangat-hangat tai ayam".

"Nah.. depan itu belok kanan", kata Maya pelan sambil nunjuk ke arah gang.
"Yang gang itu??"
"Iya.. bener. Jangan ngebut-ngebut ya, cuma belok trus rumah nomor 2 dari belokan".

Sesampainya di depan rumah, gak sempet Maya mengetuk pintu, Sari dah nongolin wajahnya dari balik pintu.
"Haiiii May... ayo sini.. sini.."
"Kita duduk di teras aja yah, lebih enak di sini. Lagian bisa liat pemandangan di luar sana".
"Umm.. sapa tuy May??", timpal si Sari. "Oo iya.. kenalin niy Sar, cowokku, Yosef."
"Hai Sar... aku Yosef", Yosef pun balik jabat tangan si Sari yang dari tadi dah di acungin ke depannya.

Obrolan panjang lebar kali tinggi pun akhirnya terjadi. Biarpun Sari sama Yosef baru aja kenal, tapi bukan berarti obrolan jadi garing seperti tempe keripik. Obrolan mengalir dengan begitu saja, mereka bertiga hanyut di dalamnya.
Gak terasa waktu udah sore, akhirnya Yosef dan Maya pamitan pulang.
"Jagain temenku Maya ya Yos.. jangan sakiti dia loh", kata si Sari sambil melambaikan tangan pada kedua sejoli itu.

...............................................
Keesokan harinya.
Yosef lagi nyantai di rumahnya. Hari ini kebetulan lagi gak ada kegiatan kemana pun. Jadi dia bisa puas bermalas-malasan di rumah. Ada sebuah pesan masuk lewat HPnya.
"Yos.. ini aku Sari. Hari ini aku minta tolong banget ama kamu. Cepet dateng ke rumahku ya. Please."


Wah.. ada apa nih, kok tiba-tiba Sari minta tolong ama aku yah? Sambil berpikir Yosef akhirnya berganti baju, terus rencana ke rumahnya Sari. Soalnya kebetulan dia juga lagi gak ada kerjaan. Dan Sari itu kan temennya si Maya. Paling juga gak apa-apa kalau aku kesana, lagian sepertinya si Sari butuh banget nih.


Rumah Sari
"Eh Yos... dateng juga kamu akhirnya", sambut Sari sambil tersenyum girang.
"Iya Sar.. emang kamu butuh apa? Kok kayaknya penting banget gitu?"
"Enggak apa-apa kok. Aku cuma pengen kamu nganterin aku ke rumah Budhe'ku. Gak apa-apa kan Yos?"

Dahi Yosef berkerut sebentar.
"Ya sudahlah, yuk aku antar. Toh aku sudah nyampe sini."
"Kamu gak ikhlas ya Yos...", Sari merengek sambil ngeliatin muka memelasnya.
"Bukan gak ikhlas, tadi aku pikir penting banget gitu Sar", Yosef menimpalinya. "Yuk sekarang aja jalan, mumpung masih siang".
"Ok deh."

Rumah budhe'nya Sari ada di daerah Sorowajan, gak begitu jauh sih sebenarnya dari Demangan. Cuma, tadi Sari bilang dia gak bisa naik motor. Dan gak ada siapa-siapa yang nganterin dia pergi.
Melewati ruas jalan sebelum pintu kereta api, tiba-tiba aja ada hal yang hampir membuat jantung Yosef berhenti berdetak.
"Oh my God.. apaan nih??", batin Yosef.
Tangan Sari tau-tau udah meluk Yosef dari belakang. Tangan Sari kan gak seharusnya disitu. Gimana ini??? Yosef bingung.
Disisi lain dia sebagai seorang lelaki yang.. yah tau sendirilah laki-laki. Disisi lain Sari itu kan temen deketnya Maya. Untuk beberapa saat Yosef diambang keraguan, bahkan dia jadi sempet blank.
Baru hari kemarin Sari bilang, "Jagain temenku.. jangan sakiti dia". Tapi detik ini, apa yang dia lakukan bertentangan 180 derajat. Kenapa malah dia berbuat seperti ini??

"Sari.. maaf ya, tapi sepertinya tangan kamu gak perlu ditaruh disini deh", Yosef bilang sembari menyingkirkan tangan sari yang memeluknya erat.
"Maaf Yos.. maafin aku yah. Aku gak tau.. kenapa aku memelukmu".
Keduanya terdiam. Sampai di tempat budhe'nya Sari, sampai keduanya kembali lagi ke rumah Sari, tak begitu banyak percakapan. Meski Sari sudah berucap maaf, tapi Yosef masih merasakan ada yang aneh dalam diri Sari.
Yosef pulang.

"Apa ini bisa disebut selingkuh ya?"
Yosef masih kepikiran sampai dia merebahkan tubuhnya di atas kasur. "Ah tidak... aku kan gak melakukan apa-apa. Toh aku juga sudah menepisnya".
Yosef emang cowok baek, selanjutnya dia gak pernah lagi menggubris sms dari Sari atau pun telponnya.

===========================
Selesaiii... hahahaha.
Aku lagi coba nulis sebuah cerita. Sesungguhnya ini kisah nyata, bukanlah rekayasa. Cuma namanya saja di rekayasa. hehehe..

Thanks for my friend.. udah mau berbagi cerita ini.

Comments

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

BibbLe "Barbie Fairytopia"

Kencan Pertamaku