Harapan (tak) Nyata

Ku bawa kuali-ku melewati hutan
yang tangan-tangannya telah gersang
Jemarinya rapuh...
bisakah kau dengar? patahannya menyayat hati
Pun aku pilu...
Tak ingin ku menginjakkan kaki telanjangku di atasnya
menambah beban pepohonan yang tumbang
Aku terus menyusuri kematian hidup
membopong kuali-ku erat-erat agar tak lepas
Berharap menemukan mata air jernih
akan ku penuhi kuali-ku dengannya
Meski tetes demi tetes aku menunggu sekian lama
Aku harus mampu memenuhinya.. penantian itu hal biasa
sudah melekat erat dalam kehidupanku
Jika kuali-ku tlah terisi sempurna..
ku bagikan airku untuk jemari yang rapuh
untuk lengan-lengan yang tumbang
Hingga hutanku pulih dan mampu menaungi dunia

Comments

Etha said…
misi ... mampir minta air nya dong
hehehe ...
boodee said…
saya juga mau...
haus nih :D
mOmOn said…
@ etha & boodee: wkwkwkwkw... duuhh.. dah tak abisin buat nyiram taneman nih...
Kakang Prabu said…
lha salahe dhewe telanjang kaki ra nggo sendal..
koyo nang pantai wae...
xixixix....

Popular posts from this blog

AwaN hItaM - SiLvEr

Photo Baru Euy

BibbLe "Barbie Fairytopia"