Posts

Showing posts from October, 2008

Beach to Beach

Image
Sudah cukup lama saya tidak ke pantai lagi. Terakhir bareng temen2 ke pantai depok di bantul. Itu juga cuma makan saja. Gak sempat mainan air, sebenarnya untuk pantai bergelombang besar saya takut mainan air. Hehehe..

Minggu kemarin (261008) sebenarnya dia mau foto'in prewed salah satu temannya, tapi belum jadi soalnya kostumnya belum jadi (ribet nih.. kebanyakan kata "jadi"). Akhirnya dia ngajakin aku untuk hunting foto sendiri aja, sambil terus mengasah kemampuan fotografi (taelaahh... gaya pisan euy). Dan terpilihlah pantai di daerah Gunung Kidul, jadi tempat berlibur kami minggu kemarin. Pantai-pantai di Gunung kidul berpasir putih, tidak seperti pantai di daerah Bantul yang berpasir hitam. View'nya pun lumayanlah.. lebih indah memang.

Jam 7 pagi kami berangkat ke sana, tujuan utama adalah Pantai Sundak. Pantai Sundak ini ada di deretan pantai baron, pantai kukup, pantai drini, pantai krakal, pantai panjang, kemudian pantai sundak. Deretan pantai-pantai kecil berpa…

Jogja Java Carnival

Sabtu 25 Oktober 2008 kemarin, di Yogyakarta di adakan acara yang bertajuk Jogja Java Carnival. Acara ini sehubungan dengan ulang tahun kota Yogyakarta yang ke-252. Jogja Java Carnival ini dimulai dari titik nol (alun-alun utara) sampai ke Taman Parkir Abu Bakar Ali (sebelah utaranya Malioboro).

Menurut informasi yang ada, acara di mulai dari sekitar pukul 6 sore sampai dengan selesai. Tapi berhubung saya tidak begitu tahu jadwalnya, dari jam 4 sore saya sudah standby di malioboro. Memilih tempat parkir yang tepat untuk nantinya melarikan diri dari keramaian, karena pasti akan banyak sekali warga yang antusias untuk menontonnya. Akhirnya saya memilih parkir di sebelah selatan pasar Beringharjo, karena dari situ bisa akses ke arah timur untuk menghindari lewat malioboro.

Berhubung masih lama saya harus menunggu, akhirnya saya dan dia memutuskan untuk duduk-duduk santai di depan Monumen Serangan Umum sambil melihat pertunjukan musik etnis disitu. Gak banyak yang menonton disitu, gak tahu …

Cakrawala Senja

Termenung sore itu..
Cakrawala semburatkan jingga, biru, putih dan abu-abu
Selasar cahaya menggapai ujung jagat raya
Kokoh seakan menantang dunia
Lamunan datang seiring keindahan yang terekam dalam mata
Membius jiwa, membungkusnya dalam ikatan kedamaian
Membawanya terbang bersama cahaya ke segala penjuru
Mengitari pendar ribuan cahaya nebula
Memeluk kehangatan mentari senja kala
Menyisakan damai menyelusup ke pori hati

Ah... anganku tak inginkan ini berakhir
Hingga malam menyeruak
Lirih suara jangkerik menggantikan kicauan burung
Dan kehangatan mentari berganti hembusan angin dingin
Tak pernah berakhir... dan terus begitu
Hingga waktu berganti.. gelap, terang, menjadi gelap kembali
Ku tetap disini
Tak beranjak meski angin menggerus kulitku
Aku akan terus mengagumimu
Wahai jagat raya...
Segala karut marut yang telah tercipta semakin membuatmu berwarna

Ah.. aku masih disini
Memandangi cakrawala senja

Mimpi di Ujung Pelangi

"Mimpi.. adalah kunci untuk kita menakhlukkan dunia.."

Penggalan lirik lagu'nya Nidji itu berarti banget buat seorang "aku", yang memang seorang pemimpi. Hahahaha... (ngomong ribet amat siy).
Yup.. orang yang tak punya mimpi jadinya seperti apa sih? Apa iya dia sanggup nerusin hidup? Terus.. hidupnya untuk apa? ehehehehe...

Mau ngomongin "mimpi"??? Enggak... enggak..
Jadi gini.. pssttt... akhirnya aku nonton Laskar Pelangi. Huraaaiiii...

Seneng banget.. bukannya apa2 sih, coz emang dari kemarin-kemarin itu pengen nonton. Cuma blom dapet2 tiketnya. Hehehe.. Mungkin dateng ke bioskopnya gak disaat yang tepat kali yah.

Udah gitu.. aku emang luv banget sama novelnya Andrea Hirata itu. Ditambah lagi kemarin nontonnya cuma gratisan aja (mpe Q tebalin tuy tulisan). Kebetulan kantor dapet jatah nonton di 21 sebanyak 310 seats (klo gak salah loh). Jadi kemarin rame2 nonton kesana.

Moga2 dapet gratisan lagi.. xixixi (ngarep.com) Fiuhh.. seperti mimpi di ujung pelangi.…

Dan Tak Terlupakan...

Lambat laun sang waktu membawaku melangkah
Berarak awan hitam berganti putih hingga hitam kembali
Susut menyusut air telaga meninggalkan retak
Menggelepar sayap burung... patah... tergeletak di tanah
Langkah kaki ini menyongsong badai
Menerjang.. menyeruak.. hingga ke pori hati
Genggaman lembut masih jelas aku rasakan
Meski samar pun tak nampak.. jelas aku terkuatkan
satu langkah..
dua langkah..
hingga berjuta langkah
pun terus akan melangkah
Mungkin lelah.. nafas yang melekat terus memberiku mimpi
Jauh sudah.. sangat jauh aku melangkah
Genggaman.. senyuman.. sangat lembut
mampu terus membimbingku
Tak nampak meski jutaan cahaya mengelilingiku
dan tak terlupakan...

Love Freak

Terlena hati di buai suka
menjadi ketakutan luar biasa sepanjang perjalanan
Genggamlah tanganku sayang..
jangan biarkanku terbang menjauh darimu
Segala setan memeluk.. membuaiku
Sayang.. aku ingin kau lepaskan belenggu setan
tak cukup kau menggenggam tanganku..
Sepertinya kau harus memelukku erat
Ketakutan itu semakin nyata
tak pelak hatiku bagai tertampar duri
menancap erat berkarat pada sisa-sisa masa lalu
Aku butuh kekuatan… mencabutnya
meletakkan pada hitam kelam agar tak terlihat
Tak semudah angan.. tak secepat cahaya
Namun pasti aku mampu

Aku (yang) Tak Sempurna

"Mungkin.. aku tidak lah sempurna"
Penggalan lirik dari lagu'nya Samsons ini tepat banget buat aku. Lagian siapa juga di dunia ini yang sempurna. Ya gak?? Hehehe..

Tapi aku, benar2 jauh dari sempurna. Tapi heran.. kenapa banyak yg suka yah? Ahahaha.. (siul2). Bukan.. bukan mo cerita tentang itu sih.
Eh.. kadang aku berkhayal, andai aja kedua orang tua'ku itu orang kaya. Hummm.. kayak'na gak bakalan malu deh orang2 dengan kehidupanku.
Weeiittss.. bukan berarti aku gak mensyukuri hidupku loh. Aku bersyukur.. BANGEDDD. Punya keluarga seperti mereka aku sangat2 bersyukur. Tapi kadang... ada aja orang yang malu berteman denganku, malu ke rumahku.. karna rumahku jelek kali yah? Humm.. itu sih masalah dia yah, kenapa juga mesti malu. Ahahaha..
Yang penting bagiku, aku bahagia... dan gak nyakitin orang lain.

Ngomong2 masalah nyakitin, aku yang jauh dari sempurna ini.. sepertinya juga banyak nyakitin orang lain. Humm.. sudah gak sempurna, pake acara nyakitin orang pula. Mau apa…